..::Ge-Force - "Global economy, Free Trade, Organization, & Commitee Economy"::..--..::Plis read all info that I have 2 u. Thkz b4::..

Rabu, 10 Februari 2010

Dampak Perdagangan Internasional Bagi Perekonomian Negara Indonesia


       Perdagangan Internasional menimbulkan beberapa dampak bagi negara Indonesia, khususnya dalam bidang perekonomian. Beberapa dampak perdagangan Internasional bagi perekonomian Indonesia antara lain sebagai berikut:
1. Fokus Pada Keunggulan Komparatif
       Perdagangan Internasional mendorong negara – negara melakukan spesialisasi produksi. Artinya, tiap negara harus memilih kegiatan produksi sesuai dengan kekhasan sumber daya yang dimiliki. Dorongan spesialisasi berlaku juga bagi Indonesia. Konsekuensinya, ekonomi Indonesia memusatkan diri pada pemberdayagunaan sumber daya yang dimiliki agar dapat menjadi faktor produksi yang unggul.
       Sumber daya Indonesia kaya akan SDA dan SDM dalam jumlah yang tidak sedikit. Kegiatan utama produksi Indonesia sudah tentu terarah pada pemanfaatan secara optimal kedua sumber daya tersebut.
2. Efisiensi Dalam Kegiatan Produksi
       Kegiatan produksi mengolah sumber daya tentu membutuhkan biaya. Kegiatan itu perlu memperhatikan efisiensi. Artinya, biaya mengolah sumber daya untuk menghasilkan suatu barang harus lebihmurah dibandingkan dengan negara lain. Biaya produksi yang murah akan menghasilkan produk dengan harga bersaing di pasar Internasional.
       Efisiensi dalam kegiatan produksi mencakup  efisiensi ekonomi dan efisiensi teknologi. Berikut akan saya sajikan pengertian dari Efisiensi Ekonomi dan Efisiensi Teknologi.
a)    Efisiensi Ekonomi
Efisiensi ekonomi merupakan kegiatan produksi yang menghasikan barang dan jasa melalui pengolahan beberapa faktor produksi dengan biaya produksi minimum. Efisiensi ekonomi lebih ditekankan pada segi ekonomi.
b)   Efisiensi Teknologi
Efisiensi teknologi merupakan kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa karena kemampuan mengolah kombinasi beragam faktor produksi. Efisiensi teknologi lebih ditekankan pada segi kombinasi terbaik berbagai faktor produksi.

3. Tantangan Menghasilkan Produk Berkualitas
       Tersebarnya produk buatan luar negeri di pasar Indonesia sukar dibendung. Keadaan itu menjadi tantangan Indonesia untuk juga dapat menghasilkan produk yang sama mutunya, bahkan lebih baik. Tentu saja produk yang dipilih berdasar keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia. Adapun beberapa langkah alternatif untuk menghasilkan produk yang bermutu Internasional antara lain sebagai berikut :
                 I.  Melakukan penelitian secara kontinyu terhadap produk yang beredar pada kebutuhan pasar dunia.
              II.  Mengembangkan teknologi secara efisien dan efektif. Artinya, dengan biaya yang telah diperhitungkan, diterapkan teknologi yang benar-benar diarahkan dengan pengembangan produk yang semakin berkualitas.
           III.  Memasarkan produk Indonesia dalam berbagai momen, seperti pameran Internasional, sebagai upaya perkenalan dan informasi keunggulan produk Indonesia.
           IV.  Menghadirkan citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi persaingan sehat dan profesionalitas

4. Peluang Meningkatkan Ekspor
        Kemampuan secara tepat menentukan keunggulan komparatif serta keseriusan menghasilkan produk berkualitas Internsional yang membawa peningkatan jumlah ekspor. Barang ekspor dari Indonesia pada umumnya dibedakan menjadi 2, yaitu Migas dan Non Migas.
  1. Ekspor Migas
Ekspor Migas yaitu ekspor barang yang berupa Minyak Bumi dan Gas Alam. Negara utama tujuan ekspor Indonesia antara lain, Jepang, Australia, Cina, Singapura, dan Amerika Serikat.
  1. Ekspor Non Migas
Ekspor Non Migas meliputi komoditas primer dan bukan primer. Komoditas primer merupakan hasil pertanian (karet, teh, tembakau, kopi, lada putih, dll) dan pertambangan (tembaga dan timah putih). Sedangkan komoditas bukan primer merupakan hasil industri (pakaian jadi, kayu lapis, pupuk, dan tekstil)
            Adapun dampak ekspor dan impor bagi suatu negara, yaitu antara lain sebagai berikut:
1)      Dampak Positif Ekspor
a)      Memperluas lapangan pekerjaan,
b)     Meningkatkan cadangan devisa,
c)      Memperluas pasar.
2)      Dampak Negatif Ekspor
a)      Menimbulkan kelangkaan barang di dalam negeri,
b)     Menyebabkan eksploitasi besar – besaran SDA
3)      Dampak Positif Impor
a)      Meningkatkan kesejahteraan konsumen,
b)     Meningkatkan Industri dalam negeri,
c)      Alih teknologi.
4)      Dampa Negatif Impor
a)      Menciptakan pesaing bagi industri dalam negeri,
b)     Menciptakan banyak pengangguran dalam negeri,
c)      Konsumerisme. 

Created By : Dhimas Handhi Putranto
Edited by: Karsono Puguh Nindyo Cipto
            SMASA JEMBER

1 komentar:

Angelll mengatakan...

Trims... membantu bgt

Dampak Perdagangan Internasional Bagi Perekonomian Negara Indonesia

| |


       Perdagangan Internasional menimbulkan beberapa dampak bagi negara Indonesia, khususnya dalam bidang perekonomian. Beberapa dampak perdagangan Internasional bagi perekonomian Indonesia antara lain sebagai berikut:
1. Fokus Pada Keunggulan Komparatif
       Perdagangan Internasional mendorong negara – negara melakukan spesialisasi produksi. Artinya, tiap negara harus memilih kegiatan produksi sesuai dengan kekhasan sumber daya yang dimiliki. Dorongan spesialisasi berlaku juga bagi Indonesia. Konsekuensinya, ekonomi Indonesia memusatkan diri pada pemberdayagunaan sumber daya yang dimiliki agar dapat menjadi faktor produksi yang unggul.
       Sumber daya Indonesia kaya akan SDA dan SDM dalam jumlah yang tidak sedikit. Kegiatan utama produksi Indonesia sudah tentu terarah pada pemanfaatan secara optimal kedua sumber daya tersebut.
2. Efisiensi Dalam Kegiatan Produksi
       Kegiatan produksi mengolah sumber daya tentu membutuhkan biaya. Kegiatan itu perlu memperhatikan efisiensi. Artinya, biaya mengolah sumber daya untuk menghasilkan suatu barang harus lebihmurah dibandingkan dengan negara lain. Biaya produksi yang murah akan menghasilkan produk dengan harga bersaing di pasar Internasional.
       Efisiensi dalam kegiatan produksi mencakup  efisiensi ekonomi dan efisiensi teknologi. Berikut akan saya sajikan pengertian dari Efisiensi Ekonomi dan Efisiensi Teknologi.
a)    Efisiensi Ekonomi
Efisiensi ekonomi merupakan kegiatan produksi yang menghasikan barang dan jasa melalui pengolahan beberapa faktor produksi dengan biaya produksi minimum. Efisiensi ekonomi lebih ditekankan pada segi ekonomi.
b)   Efisiensi Teknologi
Efisiensi teknologi merupakan kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa karena kemampuan mengolah kombinasi beragam faktor produksi. Efisiensi teknologi lebih ditekankan pada segi kombinasi terbaik berbagai faktor produksi.

3. Tantangan Menghasilkan Produk Berkualitas
       Tersebarnya produk buatan luar negeri di pasar Indonesia sukar dibendung. Keadaan itu menjadi tantangan Indonesia untuk juga dapat menghasilkan produk yang sama mutunya, bahkan lebih baik. Tentu saja produk yang dipilih berdasar keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia. Adapun beberapa langkah alternatif untuk menghasilkan produk yang bermutu Internasional antara lain sebagai berikut :
                 I.  Melakukan penelitian secara kontinyu terhadap produk yang beredar pada kebutuhan pasar dunia.
              II.  Mengembangkan teknologi secara efisien dan efektif. Artinya, dengan biaya yang telah diperhitungkan, diterapkan teknologi yang benar-benar diarahkan dengan pengembangan produk yang semakin berkualitas.
           III.  Memasarkan produk Indonesia dalam berbagai momen, seperti pameran Internasional, sebagai upaya perkenalan dan informasi keunggulan produk Indonesia.
           IV.  Menghadirkan citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi persaingan sehat dan profesionalitas

4. Peluang Meningkatkan Ekspor
        Kemampuan secara tepat menentukan keunggulan komparatif serta keseriusan menghasilkan produk berkualitas Internsional yang membawa peningkatan jumlah ekspor. Barang ekspor dari Indonesia pada umumnya dibedakan menjadi 2, yaitu Migas dan Non Migas.
  1. Ekspor Migas
Ekspor Migas yaitu ekspor barang yang berupa Minyak Bumi dan Gas Alam. Negara utama tujuan ekspor Indonesia antara lain, Jepang, Australia, Cina, Singapura, dan Amerika Serikat.
  1. Ekspor Non Migas
Ekspor Non Migas meliputi komoditas primer dan bukan primer. Komoditas primer merupakan hasil pertanian (karet, teh, tembakau, kopi, lada putih, dll) dan pertambangan (tembaga dan timah putih). Sedangkan komoditas bukan primer merupakan hasil industri (pakaian jadi, kayu lapis, pupuk, dan tekstil)
            Adapun dampak ekspor dan impor bagi suatu negara, yaitu antara lain sebagai berikut:
1)      Dampak Positif Ekspor
a)      Memperluas lapangan pekerjaan,
b)     Meningkatkan cadangan devisa,
c)      Memperluas pasar.
2)      Dampak Negatif Ekspor
a)      Menimbulkan kelangkaan barang di dalam negeri,
b)     Menyebabkan eksploitasi besar – besaran SDA
3)      Dampak Positif Impor
a)      Meningkatkan kesejahteraan konsumen,
b)     Meningkatkan Industri dalam negeri,
c)      Alih teknologi.
4)      Dampa Negatif Impor
a)      Menciptakan pesaing bagi industri dalam negeri,
b)     Menciptakan banyak pengangguran dalam negeri,
c)      Konsumerisme. 

Created By : Dhimas Handhi Putranto
Edited by: Karsono Puguh Nindyo Cipto
            SMASA JEMBER

1 komentar:

Angelll mengatakan...

Trims... membantu bgt

Posting Komentar