..::Ge-Force - "Global economy, Free Trade, Organization, & Commitee Economy"::..--..::Plis read all info that I have 2 u. Thkz b4::..

Rabu, 10 Februari 2010

Ekspor dan Impor


Ekspor
       Ekspor adalah kegiatan menjual barang dan jasa ke luar negeri. Orang yang melakukan kegiatan ekspor dinamakan eksportir. Barang yang diekspor di Indonesia ada 2 macam, yaitu yang berupa minyak bumi (migas), dan non migas. Migas merupakan komoditas ekspor yang memberikan pendapatan paling besar bagi negara Indonesia. Komoditas ekspor non migas antara lain, hasil-hasil perkebunan, perikanan, kehutanan, pertanian, dan industri.
       Adapun beberapa faktor yang berkaitan dengan pengembangan ekspor, yaitu antara lain:
©  Keadaan pasar di luar negeri
                     Keadaan pasar dalam negeri meliputi kekuatan permintaan dan penawaran dari berbagai negara. Apabila di pasar dunia permintaan suatu barang dan jasa lebih kuat dari pada penawarannya, maka harga barang atau jasa tersebut akan cenderung naik dan akan memudahkan negara penghasil untuk mengembangkan kegiatan ekspornya.
©  Iklim Usaha yang diciptakan oleh pemerintah
                     Dorongan para pengusaha untuk melakukan kegiatan ekspor juga dipengaruhi oleh iklim usaha, seperti kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh pemerintah untuk melakukan ekspor. Kemudahan-kemudahan tersebut antara lain adalah penyederhanaan prosedur ekspor penghapusan berbagai biaya yang berkenaan dengan ekspor dan adanya lembaga-lembaga lain yang menunjang kegiatan ekspor.
©  Kelincahan para eksportir untuk merebut pasar dunia.
                     Apabila eksportir pandai meneliti dan mencari peluang ekspor, maka pasar luar negeri akan semakin luas.

        Adapun langkah-langkah dari pengembangan ekspor, yaitu sebagai berikut :
© Melakukan Diversifikasi Produk Ekspor
        Diversifikasi produk adalah usaha menambah macam barang yang diekspor ke luar negeri. Diversifikasi Horizontal adalah keanekaragaman yang terletak pada jenis barang yang diekspor. Diversifikasi Vertikal adalah jenis barang tetap, namun variasi barangnya dirubah.
© Memberikan Fasilitas Kepada Produsen Barang Ekspor
        Apabila para produsen yang memproduksi barang ekspor diberi fasilitas yang memadai, maka biaya produksi dalam negeri menjadi lebih murah. Jika harga barang tersebut menjadi murah di dalam negeri, maka akan menjadi lebih mampu bersaing di pasar Internasional.
© Mengendalikan Harga Di Dalam Negeri
        Agar suatu produk dapat bersaing di pasar Internasional, maka dalam negeri harga tersebut harus lebih murah. Pemerintah perlu melakukan usaha-usaha yang bertujuan untuk menekan inflasi. Misalnya, melalui pengendalian tingkat bunga dan peningkatan peranan bulog.
© Menciptakan Iklim Yang Kondusif
     Pemerintah perlu memberikan kemudahan-kemudahan dalam kegiatan ekspor, seperti penyederhanaan prosedur ekspor dan penurunan bea ekspor.

Impor
          Impor adalah usaha atau kegiatan membeli barang atau jasa dari negara lain ke dalam negeri. Orang atau badan usaha yang melakukan impor disebut importir.
Harga barang impor di dalam negeri lebih mahal daripada di luar negeri karena beberapa kemungkinan, yaitu :
a.    Negara pengimpor tidak dapat menghasilkan barang tersebut karena memang tidak mempunyai bahan-bahan dasarnya
b.     Negara pengimpor dapat memproduksi barang impor, tetapi biayanya lebih mahal. Akibatnya harga menjadi lebih mahal.
c.       Sebenarnya, negara pengimpor sudah dapat menghasilkan sendiri, tetapi jumlahnya belum bisa mencukupi permintaan masyarakat.
Pembatasan impor untuk melindungi industri dalam negeri akan mengakibatkan :
a.       Industri di dalam negeri terdorong untuk maju sebab barang-barang saingan dari luar negeri tidak bisa masuk ke dalam negeri.Apabila industri dalam negeri dapat berkembang maka kesempatan kerja menjadi lebih luas dan dapat membantu memecahkan masalah pengangguran.
b.      Dapat mengurangi ketergantungan akan produk dari luar negeri
c.       Defisit neraca pembayaran dapat dihindari
d.      Menanamkan rasa bangga dan mencintai produk dalam negeri

Pembatasan impor yang berlebihan akan berdampak negatif, yaitu :
1.      Produsen dalam negeri kurang termotivasi untuk menjaga kualitas produknya karena tidak ada produk saingan dari luar negeri. Selain itu, perusahaan juga kurang tertarik untuk meningkatkan efisiensi kerjanya sehingga harga menjadi mahal
2.      Jika pemerintah membatasi masuknya barang dari luar negeri, biasanya kebijakan tersebut juga akan dibalas oleh negara yang bersangkutan. Akibatnya ekspor kita juga dibatasi sehingga dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Barang-barang yang diimpor Indonesia antara lain :
1.     Barang-barang konsumsi: Beras, tekstil, susu, makanan, minuman, buah-buahan, tumbuhan dan olahannya, sabun dan kosmetik, alat-alat rumah tangga, dll.
2.      Bahan baku/penolong: Bahan kimia, bahan obat-obatan, pupuk, bahan kertas, benang tenun, semen, kapur, dan bahan bangunan buatan pabrik, besi baja, logam, bahan karet, plastik, bahan bangunan, alat listrik, dll.
3.      Barang Modal: Mesin-mesin, generator listrik, alat telekomunikasi, alat pengangkutan, dll.

Created By : Dhimas Handhi Putranto
Edited by: Karsono Puguh Nindyo Cipto
            SMASA JEMBER

0 komentar:

Ekspor dan Impor

| |


Ekspor
       Ekspor adalah kegiatan menjual barang dan jasa ke luar negeri. Orang yang melakukan kegiatan ekspor dinamakan eksportir. Barang yang diekspor di Indonesia ada 2 macam, yaitu yang berupa minyak bumi (migas), dan non migas. Migas merupakan komoditas ekspor yang memberikan pendapatan paling besar bagi negara Indonesia. Komoditas ekspor non migas antara lain, hasil-hasil perkebunan, perikanan, kehutanan, pertanian, dan industri.
       Adapun beberapa faktor yang berkaitan dengan pengembangan ekspor, yaitu antara lain:
©  Keadaan pasar di luar negeri
                     Keadaan pasar dalam negeri meliputi kekuatan permintaan dan penawaran dari berbagai negara. Apabila di pasar dunia permintaan suatu barang dan jasa lebih kuat dari pada penawarannya, maka harga barang atau jasa tersebut akan cenderung naik dan akan memudahkan negara penghasil untuk mengembangkan kegiatan ekspornya.
©  Iklim Usaha yang diciptakan oleh pemerintah
                     Dorongan para pengusaha untuk melakukan kegiatan ekspor juga dipengaruhi oleh iklim usaha, seperti kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh pemerintah untuk melakukan ekspor. Kemudahan-kemudahan tersebut antara lain adalah penyederhanaan prosedur ekspor penghapusan berbagai biaya yang berkenaan dengan ekspor dan adanya lembaga-lembaga lain yang menunjang kegiatan ekspor.
©  Kelincahan para eksportir untuk merebut pasar dunia.
                     Apabila eksportir pandai meneliti dan mencari peluang ekspor, maka pasar luar negeri akan semakin luas.

        Adapun langkah-langkah dari pengembangan ekspor, yaitu sebagai berikut :
© Melakukan Diversifikasi Produk Ekspor
        Diversifikasi produk adalah usaha menambah macam barang yang diekspor ke luar negeri. Diversifikasi Horizontal adalah keanekaragaman yang terletak pada jenis barang yang diekspor. Diversifikasi Vertikal adalah jenis barang tetap, namun variasi barangnya dirubah.
© Memberikan Fasilitas Kepada Produsen Barang Ekspor
        Apabila para produsen yang memproduksi barang ekspor diberi fasilitas yang memadai, maka biaya produksi dalam negeri menjadi lebih murah. Jika harga barang tersebut menjadi murah di dalam negeri, maka akan menjadi lebih mampu bersaing di pasar Internasional.
© Mengendalikan Harga Di Dalam Negeri
        Agar suatu produk dapat bersaing di pasar Internasional, maka dalam negeri harga tersebut harus lebih murah. Pemerintah perlu melakukan usaha-usaha yang bertujuan untuk menekan inflasi. Misalnya, melalui pengendalian tingkat bunga dan peningkatan peranan bulog.
© Menciptakan Iklim Yang Kondusif
     Pemerintah perlu memberikan kemudahan-kemudahan dalam kegiatan ekspor, seperti penyederhanaan prosedur ekspor dan penurunan bea ekspor.

Impor
          Impor adalah usaha atau kegiatan membeli barang atau jasa dari negara lain ke dalam negeri. Orang atau badan usaha yang melakukan impor disebut importir.
Harga barang impor di dalam negeri lebih mahal daripada di luar negeri karena beberapa kemungkinan, yaitu :
a.    Negara pengimpor tidak dapat menghasilkan barang tersebut karena memang tidak mempunyai bahan-bahan dasarnya
b.     Negara pengimpor dapat memproduksi barang impor, tetapi biayanya lebih mahal. Akibatnya harga menjadi lebih mahal.
c.       Sebenarnya, negara pengimpor sudah dapat menghasilkan sendiri, tetapi jumlahnya belum bisa mencukupi permintaan masyarakat.
Pembatasan impor untuk melindungi industri dalam negeri akan mengakibatkan :
a.       Industri di dalam negeri terdorong untuk maju sebab barang-barang saingan dari luar negeri tidak bisa masuk ke dalam negeri.Apabila industri dalam negeri dapat berkembang maka kesempatan kerja menjadi lebih luas dan dapat membantu memecahkan masalah pengangguran.
b.      Dapat mengurangi ketergantungan akan produk dari luar negeri
c.       Defisit neraca pembayaran dapat dihindari
d.      Menanamkan rasa bangga dan mencintai produk dalam negeri

Pembatasan impor yang berlebihan akan berdampak negatif, yaitu :
1.      Produsen dalam negeri kurang termotivasi untuk menjaga kualitas produknya karena tidak ada produk saingan dari luar negeri. Selain itu, perusahaan juga kurang tertarik untuk meningkatkan efisiensi kerjanya sehingga harga menjadi mahal
2.      Jika pemerintah membatasi masuknya barang dari luar negeri, biasanya kebijakan tersebut juga akan dibalas oleh negara yang bersangkutan. Akibatnya ekspor kita juga dibatasi sehingga dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Barang-barang yang diimpor Indonesia antara lain :
1.     Barang-barang konsumsi: Beras, tekstil, susu, makanan, minuman, buah-buahan, tumbuhan dan olahannya, sabun dan kosmetik, alat-alat rumah tangga, dll.
2.      Bahan baku/penolong: Bahan kimia, bahan obat-obatan, pupuk, bahan kertas, benang tenun, semen, kapur, dan bahan bangunan buatan pabrik, besi baja, logam, bahan karet, plastik, bahan bangunan, alat listrik, dll.
3.      Barang Modal: Mesin-mesin, generator listrik, alat telekomunikasi, alat pengangkutan, dll.

Created By : Dhimas Handhi Putranto
Edited by: Karsono Puguh Nindyo Cipto
            SMASA JEMBER

0 komentar:

Posting Komentar